Hygiene Sanitasi Rumah Makan dan Restoran

Standard

Hygiene Sanitasi makanan adalah upaya untuk mengendalikan faktor makanan, orang, tempat dan perlengkapannya yang dapat atau mungkin dapat menimbulkan penyakit atau gangguan kesehatan. Setiap rumah makan dan restoran harus memiliki izin usaha dari Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Untuk memiliki izin usaha sebagaimana dimaksud di atas, rumah makan dan restoran harus memiliki sertifikat laik hygiene sanitasi rumah makan dan restoran yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.

Persyaratan hygiene sanitasi yang harus dipenuhi meliputi: a. persyaratan lokasi dan bangunan; b. persyaratan fasilitas sanitasi; c. persyaratan dapur, ruang makan dan gudang makanan; d. persyaratan bahan makanan dan makanan jadi; e. persyaratan pengolahan makanan; f. persyaratan penyimpanan bahan makanan dan makanan jadi; g. persyaratan penyajian makanan jadi; h. persyaratan peralatan yang digunakan.

Tenaga penjamah makanan yang bekerja pada usaha rumah makan dan restoran harus berbadan sehat dan tidak menderita penyakit menular. Penjamah makanan sebagaimana dimaksud di atas harus melakukan pemeriksaan kesehatannya secara berkala minimal 2 (dua) kali dalam satu tahun. Selain itu Penjamah makanan wajib memiliki sertifikat kursus penjamah makanan.

Advertisements

Indikator PHBS di Sekolah

Standard

Indikator PHBS di sekolah yang digunakan Provinsi Jawa Tengah ada 12, yaitu

KESEHATAN LINGKUNGAN

  1. Menggunakan air bersih
  2. Menggunakan Jamban Sehat
  3. Membuang sampah pada tempatnya
  4. Warung sekolah Sehat

GAYA HIDUP

  1. Kebersihan kuku
  2. Tidak merokok
  3. Gigi bersih
  4. Memakai sepatu

UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT

  1. Dana Sehat/JPK
  2. Gerakan PSN
  3. Dokter Kecil/Kader Kesehatan remaja
  4. UKS dan Peralatan P3K

PENGERTIAN

Menggunakan air bersih : air bersih untukĀ  minum (yang sudah dimasak sampai mendidih atau air minum dalam kemasan), memasak, mandi dan mencuci.

Menggunakan Jamban Sehat: jamban yang memenuhi syarat kesehatan (leher angsa dengan septictank, cemplung tertutup dan terjaga kebersihannya)

Membuang sampah pada tempatnya : sampah ditampung dan dibuang setiap hari ditempat pembuangan yang memenuhi syarat

Warung sekolah sehat : di sekolah siswa dan guru membeli/mengkonsumsi makanan/jajanan yang bersih dan tertutup di warung sekolah sehat

Kebersihan kuku : minimal 80% siswa dan guru disekolah kukunya pendek dan bersih

Tidak merokok : siswa dan guru tidak ada yang merokok disekolah

Gigi bersih : menggosok gigi 2 kali sehari menggunakan sikat gigi masing-masing dan pasta gigi

Memakai sepatu : minimal 80% siswa dan guru disekolah memakai alas kaki/sepatu

Dana Sehat/JPK : jaminan pemeliharaan kesehatan (JPK) termasuk dana sehat, Askes, jamkesmas, PKMS

Gerakan PSN : PSN dilaksanakan dalam bentuk gerakan 3 M (menguras, menutup dan mengubur) tempat tempat penampungan air minimal seminggu sekali. Yang termasuk tempat penampungan air adalah bak mandi, tempayan, drum, ban bekas, tempat minum burung, vas bunga)

Dokter Kecil/Kader Kesehatan Remaja : disekolah terdapat dokter kecil/kader kesehatan remaja minimal 10% dari jumlah siswa yang ada disekolah

UKS dan Peralatan P3K : disekolah tersedia ruang UKS dengan peralatan P3K yang lengkap dan berfungsi baik, dan minimal terdapat 3 (tiga) jenis obat-obatan sederhana.

Rumus menghitung strata PHBS di sekolah / sekolah sehat :

Sehat Pratama : apabila nilai indikator antara 0 s/d 5

Sehat Madya : apabila nilai indikator antara 6 s/d 9

Sehat Utama : apabila nilai indikator 10 s/d 11

Sehat Paripurna : apabila nilai indikator mencapai 12

Indikator PHBS Rumah Tangga

Standard

Indikator PHBS di rumah tangga yang digunakan Provinsi Jawa Tengah ada 16, yaitu

KIA dan GIZI

  1. Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan
  2. Bayi mendapat ASI Ekslusif sampai usia 6 bulan
  3. Anggota rumah tangga mengkonsumsi beranekaragam makanan dalam jumlah cukup untuk mencapai gizi seimbang
  4. Penimbangan balita

KESEHATAN LINGKUNGAN

  1. Anggota rumah tangga menggunakan air bersih
  2. Anggota rumah tangga menggunakan jamban sehat
  3. Anggota rumah tangga menempati ruangan rumah minimal 9m2 per orang
  4. Anggota rumah tangga menggunakan lantai rumah kedap air
  5. Anggota rumah tangga membuang sampah pada tempatnya

GAYA HIDUP

  1. Anggota rumah tangga melakukan aktifitas fisik/olah raga
  2. Anggota rumah tangga tidak merokok
  3. Anggota rumah tangga terbiasa mencuci tangan sebelum makan dan sesudah BAB
  4. Anggota rumah tangga menggosok gigi minimal 2 kali sehari
  5. Anggota rumah tangga tidak minum Miras dan tidak menyalahgunakan narkoba

UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT

  1. Anggota rumah tangga menjadi peserta JPK (jaminan pemeliharaan kesehatan)
  2. Anggota rumah tangga melakukan PSN minimal seminggu sekali

PENGERTIAN

Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan : persalinan ditolong oleh bidan atau dokter

Bayi mendapat ASI Ekslusif sampai usia 6 bulan : bayi hanya diberi ASI saja sejak usia 0 sampai 6 bulan tanpa makanan tambahan lain termasuk susu formula

Anggota rumah tangga mengkonsumsi beranekaragam makanan dalam jumlah cukup untuk mencapai gizi seimbang : mencakup sumber energi, protein, lemak, vitamin dan mineral

Penimbangan balita : penimbangan balita dilakukan satu bulan sekali / minimal 8 kali setahun di posyandu, puskesmas

Anggota rumah tangga menggunakan air bersih : air bersih untukĀ  minum (yang sudah dimasak sampai mendidih atau air minum dalam kemasan), memasak, mandi dan mencuci

Anggota rumah tangga menggunakan jamban sehat : jamban yang memenuhi syarat kesehatan (leher angsa dengan septictank, cemplung tertutup dan terjaga kebersihannya)

Anggota rumah tangga menempati ruangan rumah minimal 9m2 per orang : jumlah keseluruhan luas lantai rumah dibagi jumlah rumah tangga sama dengan minimal 9m2

Anggota rumah tangga menggunakan lantai rumah kedap air : lantai kedap air (tegel, plester, keramik, kayu) yang dijaga kebersihannya setiap hari

Anggota rumah tangga membuang sampah pada tempatnya : sampah ditampung dan dibuang setiap hari ditempat pembuangan yang memenuhi.

Anggota rumah tangga melakukan aktifitas fisik/olah raga : aktifitas fisik/olahraga terukur minimal 30 menit/hari, dan dilakukan 3-5 kali seminggu

Anggota rumah tangga tidak merokok : rumah bebas dari asap rokok

Anggota rumah tangga terbiasa mencuci tangan sebelum makan dan sesudah BAB : mencuci tangan dengan sabun dan air bersih

Anggota rumah tangga menggosok gigi minimal 2 kali sehari : menggosok gigi 2 kali sehari menggunakan sikat gigi masing-masing dan pasta gigi

Anggota rumah tangga tidak minum Miras dan tidak menyalahgunakan narkoba : tidak ada anggota rumah tangga yang membeli, menjual dan menggunakan miras serta menyimpan secara tidak sah narkoba

Anggota rumah tangga menjadi peserta JPK (jaminan pemeliharaan kesehatan) : JPK diantaranya Askes, Jamkesmas, BPJS

Anggota rumah tangga melakukan PSN minimal seminggu sekali : PSN melalui 3 M menguras, menutup dan mengubur tempat penampungan air (bak mandi, tempayan, drum, ban bekas, tempat minum burung, vas bunga, barang bekas) minimal seminggu sekali

Rumus menghitung strata PHBS rumah tangga :

Sehat Pratama : apabila nilai indikator antara 0 s/d 5

Sehat Madya : apabila nilai indikator antara 6 s/d 10

Sehat Utama : apabila nilai indikator 11 s/d 15

Sehat Paripurna : apabila nilai indikator mencapai 16