Imunisasi

Standard

Imunisasi adalah memberikan kekebalan pada bayi dan balita dengan suntikan atau tetesan untuk mencegah agar anak tidak sakit atau walaupun sakit tidak menjadi
parah. Mengapa seseorang harus di imunisasi? ™ Agar kebal terhadap penyakit, karena bila tidak diimunisasi, mempermudah terserang penyakit yang seharusnya dapat dicegah
dengan imunisasi.

Jadwal pemberian dan jenis imunisasi :
0-7 : Hari HB0
1 Bulan : BCG, Polio 1
2 Bulan : DPT/HB/Hib 1, Polio 2
3 Bulan : DPT/HB/Hib 2, Polio 3
4 Bulan : DPT/HB/Hib 3, Polio 4
9 Bulan : Campak

Manfaat imunisasi :
Hepatitis B : Mencegah hepatitis B (kerusakan hati)
BCG : Mencegah TBC
Polio : Mencegah polio (lumpuh layu pada tungkai kaki & Lengan)
DPT/HB/Hib, Mencegah :
– Difteri (penyumbatan jalan nafas)
– Pertusis / batuk rejan /batuk seratus hari
– Tetanus
– Hepatitis B
– Pneumonia
Campak : Mencegah Campak

Advertisements

Makanan Pendamping ASI (MP ASI)

Standard

Mulai umur 6 bulan setiap bayi membutuhkan makanan lunak bergizi yang
disebut makanan pendamping ASI. Usia dibawah 24 bulan merupakan periode yang sangat penting dalam kehidupan seseorang anak karena pada saat itu terjadi pertumbuhan dan
perkembangan otak secara cepat, yang selanjutnya menjadi dasar untuk perkembangan pengetahuan, fisik, mental, rohani dan sosial yang berdampak kepada penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.
MP ASI dibuat dari makanan pokok yang disiapkan secara khusus untuk bayi dan diberikan 2-3 kali sehari sebelum anak berusia 12 bulan, dan ditingkatkan 3-5 kali sehari sebelum anak berusia 24 bulan.

Jenis MP ASI
1. Makanan Lumat adalah makanan yang dihancurkan atau disaring tampak kurang merata dan bentuknya lebih kasar dari makanan lumat halus, contoh : bubur susu, bubur sumsum, pisang saring yang dikerok, pepaya saring, tomat saring, nasi tim saring dll.
2. Makanan lunak adalah makanan yang dimasak dengan banyak air dan tampak berair, contoh bubur nasi, bubur ayam, nasi tim, kentang puri dll.
3. Makanan padat adalah makanan lunak yang tidak nampak berair dan biasanya disebut makanan keluarga, contoh: lontong, nasi tim, kentang rebus, biskuit dll.

usia 0 – 6 bulan : hanya diberikan asi saja.
usia 6 – 9 bulan : diberikan asi dan makanan lumat berseling.
usia 9 – 12 bulan : diberikan asi dan makanan lunak berseling.
usia 12 – 24 bulan : diberikan asi dan makanan padat.

Inisiasi Menyusu Dini (IMD)

Standard

IMD adalah upaya untuk memberi kesempatan pada bayi menyusu sendiri segera setelah lahir dengan meletakkan bayi menempel di dada atau perut ibu, dibiarkan merayap mencari puting dan menyusu sampai puas. Proses ini berlangsung minimal 1 jam pertama setelah bayi lahir.
Keuntungan IMD :
a. Menghangatkan bayi.
b. Menstabilkan irama nafas, detak jantung bayi.
c. Mempercepat keluarnya kolostrum.
d. Memberikan kekebalan terhadap penyakit.
e. Mengurangi risiko perdarahan ibu melahirkan.

Pada waktu IMD tubuh bayi menempel di dada ibu, suhu dada ibu yang baru bersalin dapat menyesuaikan dengan suhu tubuh bayi.

Pada waktu IMD, jalinan kasih sayang terbentuk, sehingga bayi merasa aman dan tenang, dan denyut jantung serta irama nafas menjadi stabil.

Kolustrum adalah ASI yang keluar pertama kali , yang berwarna kekuningan dan kental. Mengandung zat kekebalan, vitamin A, faktor-faktor i untuk pertumbuhan, mencegah bayi kuning dan mencegah alergi.

Pada waktu bayi merayap di dada ibu, bayi menjilat-jilat kulit ibu dan menelan bakteri baik (non patogen) dari kulit ibu. Bakteri baik (non patogen) ini akan berkembang biak, di kulit dan usus bayi sehingga menjadi lebih kebal terhadap bakteri penyebab penyakit
(patogen) yang akan dihadapi di dunia barunya.

Pada waktu bayi merayap, kaki bayi menendang-nendang perut ibu secara halus akan merangsang kontraksi rahim, sehingga membantu pengeluaran plasenta dan mengurangi perdarahan sesudah melahirkan. Isapan bayi pada puting ibu merangsang produksi ASI, kontraksi rahim dan mengurangi perdarahan sesudah melahirkan.

Bayi yang baru dilahirkan, tidak perlu dimandikan. segera dilekatkan di dada ibu untuk menyusu secara mandiri.

Asfiksia

Standard

Asfiksia adalah kejadian dimana Bayi tidak bisa bernafas secara spontan dan teratur segera setelah lahir. Tanda-tanda Asfiksia
-™ Bayi lahir tidak menangis.
™- Bernafas megap-megap / tersengal-sengal.
-™ Bayi merintih.
-™ Bayi lemas.
-™ Muka bayi kebiruan.

Penyebab Asfiksia
1. Faktor ibu
‘ – Ibu hamil dengan tekanan darah tinggi, kejang.
‘ – Perdarahan saat hamil dan persalinan.
‘ – Infeksi pada ibu hamil atau bersalin.
‘ – Ibu hamil menderita penyakit berat (malaria, TBC).
‘-  Persalinan lama.
2. Faktor bayi
‘ – Bayi dengan kelainan bawaan.
‘ – Bayi lahir dengan tindakan ( misalnya vakum).
‘ – Bayi kembar, BBLR.
3. Faktor tali pusat
‘ – Tali pusat keluar sebelum bayi lahir.
‘ – Lilitan tali pusat.
‘ – Tali pusat pendek.
‘ – Simpul tali pusat.

Kondisi asfiksia merupakan penyebab utama kematian pada bayi baru lahir.
dan dapat pula menyebabkan kecacatan dan retardasi mental.
Untuk  mencegah asfiksia dengan cara :
1. Periksa kehamilan secara teratur ke fasilitas kesehatan.
2. Bersalin di fasilitas kesehatan.
3. Bersalin di tenaga kesehatan.
4. Makan makanan dengan gizi seimbang pada saat hamil.

Bayi yang Lahir dengan berat badan Rendah (BBLR)

Standard

BBLR adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram. BBLR bisa terjadi pada bayi kurang bulan atau cukup bulan.

BBLR disebabkan diantaranya :
1. Ibu hamil kurang gizi, kurang darah (anemia).
2. Ibu hamil dengan muntah-muntah berlebihan selama kehamilan.
3. Ibu hamil berumur < 20 tahun, > 35 tahun.
4. Jarak kelahiran kurang dari 2 tahun.
5. Ibu hamil merokok dan minum alkohol.
6. Ibu memiliki tekanan darah tinggi.
7. Ibu yang menderita penyakit kronik (malaria, TBC).
8. Pernah melahirkan bayi kurang bulan sebelumnya.
9. Ibu yang mengalami perdarahan selama kehamilan.
10. Ibu yang mengalami infeksi pada saat kehamilan.
11. Bayi kembar.

Cara mencegah BBLR
-‘ Periksa kehamilan secara rutin ke sarana kesehatan.
‘- Makan makanan yang bergizi di masa remaja dan saat hamil .
‘- Minum 1 pil tambah darah setiap hari selama 90 hari.
‘- Menunda kehamilan sampai usia ibu 20 tahun.
‘- Menjaga jarak kehamilan lebih 2 tahun.
‘- Tidak merokok dan minum alkohol selama hamil.

 

Bayi Baru Lahir (Neonatus)

Standard

Bayi Baru Lahir (BBL) atau neonatus adalah Bayi umur 0-28 hari. Tanda Bayi Lahir sehat adalah
– ™ Bayi lahir segera menangis
™ – Bayi bergerak aktif
™ – Warna kulit seluruh tubuh kemerahan
™ – Bayi bisa menghisap ASI dengan kuat
™ – Berat lahir 2,5 – 4 kg
– ™ Setelah bayi lahir, perlu diberikan  Air Susu Ibu,  Salep mata antibiotika, ‘ suntikan vitamin K1 di paha kiri untuk mencegah perdarahan,  Imunisasi Hepatitis B di paha kanan
Pemeriksaan kesehatan bayi baru lahir bertujuan untuk mengetahui sedini mungkin adanya kelainan pada bayi, atau bayi sakit. Karena risiko kematian bayi terbesar terjadi pada 24 jam pertama kelahirannya.

Periksakan bayi baru lahir minimal 3 kali
‘ Ke-1 pada hari 1-2
‘ Ke-2 pada hari 3-7
‘ Ke-3 pada hari 8-28

Jika bayi kencing atau buang air besar, bersihkan dengan air, segera keringkan dan kenakan pakaian. mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah memegang bayi. ine Hal-hal yang perlu dihindari :
™- Hindarkan bayi dari asap dapur dan asap rokok
™- Hindarkan bayi dari orang sakit
™- Jangan membubuhkan ramuan atau apapun pada tali pusat
™- Jangan mengasuh bayi sebelum mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir
™- Jangan mengobati sendiri bila bayi sakit

Bayi perlu dijaga kehangatannya karena Bayi lebih mudah mengalami perubahan suhu tubuh,  Pusat pengaturan panas tubuh bayi belum berfungsi sempurna,  Tubuh bayi terlalu kecil untuk menghasilkan dan menyimpan panas, Bayi belum mampu mengatur posisi tubuh dan pakaiannya agar tidak kedinginan.

Tanda bahaya pada bayi baru lahir yaitu :
1. Tidak mau menyusu atau memuntahkan semua yang diminum. Ini tandanya bayi terkena infeksi berat
2. Bayi kejang
Kejang pada bayi baru lahir kadang sulit dibedakan dengan gerakan normal.
3. Bayi lemah, bergerak hanya jika dipegang. Ini tandanya bayi sakit berat .
4. Sesak nafas (≥ 60 kali/menit).
5. Bayi merintih. Ini tandanya bayi sakit berat.
6. Pusar kemerahan sampai dinding perut
Jika kemerahan sudah sampai ke dinding perut, tandanya sudah infeksi berat.
7. Demam (suhu tubuh bayi lebih dari 37,50C)
atau tubuh teraba dingin (suhu tubuh bayi kurang dari 36,50C).
8. Mata bayi bernanah banyak. Ini dapat menyebabkan bayi menjadi buta.
9. Bayi diare, mata cekung, tidak sadar, jika kulit perut dicubit akan kembali
lambat. Ini tandanya bayi kekurangan cairan berat, bisa menyebabkan kematian.
10. Kulit bayi terlihat kuning. Kuning pada bayi berbahaya jika muncul pada :
– Hari pertama (kurang dari 24 jam) setelah lahir.
– Ditemukan pada umur lebih dari 14 hari.
– Kuning sampai telapak tangan atau kaki.
11. Buang air besar / tinja bayi berwarna pucat

Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif

Standard

Air Susu Ibu yang selanjutnya disingkat ASI adalah cairan hasil sekresi kelenjar payudara ibu. Sedangkan ASI Eksklusif adalah ASI yang diberikan kepada Bayi sejak dilahirkan selama 6 (enam) bulan, tanpa menambahkan dan/atau mengganti dengan makanan atau minuman lain.

Pemberian ASI Eksklusif diatur dalam Peraturan Pemerintah No 33 Tahun 2012. Pengaturan pemberian ASI Eksklusif bertujuan untuk: a. menjamin pemenuhan hak Bayi untuk mendapatkan ASI Eksklusif sejak dilahirkan sampai dengan berusia 6 (enam) bulan dengan memperhatikan pertumbuhan dan perkembangannya; b. memberikan perlindungan kepada ibu dalam memberikan ASI Eksklusif kepada bayinya; dan c. meningkatkan peran dan dukungan Keluarga, masyarakat, Pemerintah Daerah, dan Pemerintah terhadap pemberian ASI Eksklusif.

Setiap ibu yang melahirkan harus memberikan ASI Eksklusif kepada Bayi yang dilahirkannya. Ketentuan tersebut tidak berlaku dalam hal terdapat: a. indikasi medis: b. ibu tidak ada; atau c. ibu terpisah dari Bayi.

Tenaga Kesehatan dan penyelenggara Fasilitas Pelayanan Kesehatan wajib melakukan inisiasi menyusu dini (IMD) terhadap Bayi yang baru lahir kepada ibunya paling singkat selama 1 (satu) jam. IMD dilakukan dengan cara meletakkan Bayi secara tengkurap di dada atau perut ibu sehingga kulit Bayi melekat pada kulit ibu.

Pengurus Tempat Kerja dan penyelenggara tempat sarana umum harus mendukung program ASI Eksklusif. Sehingga Pengurus Tempat Kerja dan penyelenggara tempat sarana umum harus menyediakan fasilitas khusus untuk menyusui dan/atau memerah ASI sesuai dengan kondisi kemampuan perusahaan. Agar berhasil perlu berpedoman pada 10 langkah menuju keberhasilan menyusui, yaitu :

  1. membuat kebijakan tertulis tentang menyusui dan dikomunikasikan kepada semua staf pelayanan kesehatan;
  2. melatih semua staf pelayanan dalam keterampilan menerapkan kebijakan menyusui tersebut;
  3. menginformasikan kepada semua ibu hamil tentang manfaat dan manajemen menyusui;
  4. membantu ibu menyusui dini dalam waktu 60 (enam puluh) menit pertama persalinan;
  5. membantu ibu cara menyusui dan mempertahankan menyusui meskipun ibu dipisah dari bayinya;
  6. memberikan ASI saja kepada Bayi baru lahir kecuali ada indikasi medis;
  7. menerapkan rawat gabung ibu dengan bayinya sepanjang waktu 24 (dua puluh empat) jam;
  8. menganjurkan menyusui sesuai permintaan Bayi;
  9. tidak memberi dot kepada Bayi; dan
  10. mendorong pembentukan kelompok pendukung menyusui dan merujuk ibu kepada kelompok tersebut setelah keluar dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan.