Makanan Pendamping ASI (MP ASI)

Standard

Mulai umur 6 bulan setiap bayi membutuhkan makanan lunak bergizi yang
disebut makanan pendamping ASI. Usia dibawah 24 bulan merupakan periode yang sangat penting dalam kehidupan seseorang anak karena pada saat itu terjadi pertumbuhan dan
perkembangan otak secara cepat, yang selanjutnya menjadi dasar untuk perkembangan pengetahuan, fisik, mental, rohani dan sosial yang berdampak kepada penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.
MP ASI dibuat dari makanan pokok yang disiapkan secara khusus untuk bayi dan diberikan 2-3 kali sehari sebelum anak berusia 12 bulan, dan ditingkatkan 3-5 kali sehari sebelum anak berusia 24 bulan.

Jenis MP ASI
1. Makanan Lumat adalah makanan yang dihancurkan atau disaring tampak kurang merata dan bentuknya lebih kasar dari makanan lumat halus, contoh : bubur susu, bubur sumsum, pisang saring yang dikerok, pepaya saring, tomat saring, nasi tim saring dll.
2. Makanan lunak adalah makanan yang dimasak dengan banyak air dan tampak berair, contoh bubur nasi, bubur ayam, nasi tim, kentang puri dll.
3. Makanan padat adalah makanan lunak yang tidak nampak berair dan biasanya disebut makanan keluarga, contoh: lontong, nasi tim, kentang rebus, biskuit dll.

usia 0 – 6 bulan : hanya diberikan asi saja.
usia 6 – 9 bulan : diberikan asi dan makanan lumat berseling.
usia 9 – 12 bulan : diberikan asi dan makanan lunak berseling.
usia 12 – 24 bulan : diberikan asi dan makanan padat.

Advertisements

Inisiasi Menyusu Dini (IMD)

Standard

IMD adalah upaya untuk memberi kesempatan pada bayi menyusu sendiri segera setelah lahir dengan meletakkan bayi menempel di dada atau perut ibu, dibiarkan merayap mencari puting dan menyusu sampai puas. Proses ini berlangsung minimal 1 jam pertama setelah bayi lahir.
Keuntungan IMD :
a. Menghangatkan bayi.
b. Menstabilkan irama nafas, detak jantung bayi.
c. Mempercepat keluarnya kolostrum.
d. Memberikan kekebalan terhadap penyakit.
e. Mengurangi risiko perdarahan ibu melahirkan.

Pada waktu IMD tubuh bayi menempel di dada ibu, suhu dada ibu yang baru bersalin dapat menyesuaikan dengan suhu tubuh bayi.

Pada waktu IMD, jalinan kasih sayang terbentuk, sehingga bayi merasa aman dan tenang, dan denyut jantung serta irama nafas menjadi stabil.

Kolustrum adalah ASI yang keluar pertama kali , yang berwarna kekuningan dan kental. Mengandung zat kekebalan, vitamin A, faktor-faktor i untuk pertumbuhan, mencegah bayi kuning dan mencegah alergi.

Pada waktu bayi merayap di dada ibu, bayi menjilat-jilat kulit ibu dan menelan bakteri baik (non patogen) dari kulit ibu. Bakteri baik (non patogen) ini akan berkembang biak, di kulit dan usus bayi sehingga menjadi lebih kebal terhadap bakteri penyebab penyakit
(patogen) yang akan dihadapi di dunia barunya.

Pada waktu bayi merayap, kaki bayi menendang-nendang perut ibu secara halus akan merangsang kontraksi rahim, sehingga membantu pengeluaran plasenta dan mengurangi perdarahan sesudah melahirkan. Isapan bayi pada puting ibu merangsang produksi ASI, kontraksi rahim dan mengurangi perdarahan sesudah melahirkan.

Bayi yang baru dilahirkan, tidak perlu dimandikan. segera dilekatkan di dada ibu untuk menyusu secara mandiri.

Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif

Standard

Air Susu Ibu yang selanjutnya disingkat ASI adalah cairan hasil sekresi kelenjar payudara ibu. Sedangkan ASI Eksklusif adalah ASI yang diberikan kepada Bayi sejak dilahirkan selama 6 (enam) bulan, tanpa menambahkan dan/atau mengganti dengan makanan atau minuman lain.

Pemberian ASI Eksklusif diatur dalam Peraturan Pemerintah No 33 Tahun 2012. Pengaturan pemberian ASI Eksklusif bertujuan untuk: a. menjamin pemenuhan hak Bayi untuk mendapatkan ASI Eksklusif sejak dilahirkan sampai dengan berusia 6 (enam) bulan dengan memperhatikan pertumbuhan dan perkembangannya; b. memberikan perlindungan kepada ibu dalam memberikan ASI Eksklusif kepada bayinya; dan c. meningkatkan peran dan dukungan Keluarga, masyarakat, Pemerintah Daerah, dan Pemerintah terhadap pemberian ASI Eksklusif.

Setiap ibu yang melahirkan harus memberikan ASI Eksklusif kepada Bayi yang dilahirkannya. Ketentuan tersebut tidak berlaku dalam hal terdapat: a. indikasi medis: b. ibu tidak ada; atau c. ibu terpisah dari Bayi.

Tenaga Kesehatan dan penyelenggara Fasilitas Pelayanan Kesehatan wajib melakukan inisiasi menyusu dini (IMD) terhadap Bayi yang baru lahir kepada ibunya paling singkat selama 1 (satu) jam. IMD dilakukan dengan cara meletakkan Bayi secara tengkurap di dada atau perut ibu sehingga kulit Bayi melekat pada kulit ibu.

Pengurus Tempat Kerja dan penyelenggara tempat sarana umum harus mendukung program ASI Eksklusif. Sehingga Pengurus Tempat Kerja dan penyelenggara tempat sarana umum harus menyediakan fasilitas khusus untuk menyusui dan/atau memerah ASI sesuai dengan kondisi kemampuan perusahaan. Agar berhasil perlu berpedoman pada 10 langkah menuju keberhasilan menyusui, yaitu :

  1. membuat kebijakan tertulis tentang menyusui dan dikomunikasikan kepada semua staf pelayanan kesehatan;
  2. melatih semua staf pelayanan dalam keterampilan menerapkan kebijakan menyusui tersebut;
  3. menginformasikan kepada semua ibu hamil tentang manfaat dan manajemen menyusui;
  4. membantu ibu menyusui dini dalam waktu 60 (enam puluh) menit pertama persalinan;
  5. membantu ibu cara menyusui dan mempertahankan menyusui meskipun ibu dipisah dari bayinya;
  6. memberikan ASI saja kepada Bayi baru lahir kecuali ada indikasi medis;
  7. menerapkan rawat gabung ibu dengan bayinya sepanjang waktu 24 (dua puluh empat) jam;
  8. menganjurkan menyusui sesuai permintaan Bayi;
  9. tidak memberi dot kepada Bayi; dan
  10. mendorong pembentukan kelompok pendukung menyusui dan merujuk ibu kepada kelompok tersebut setelah keluar dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

 

 

Penggunaan Susu Formula

Standard

Susu Formula Bayi adalah susu yang secara khusus diformulasikan sebagai pengganti ASI untuk bayi sampai berusia 6 (enam) bulan. Setiap ibu yang melahirkan harus memberikan ASI Eksklusif kepada Bayi yang dilahirkannya, kecuali dalam keadaan :
a. adanya indikasi medis;
b. ibu tidak ada; atau
c. ibu terpisah dari bayi.
Dalam keadaan sebagaimana dimaksud di atas, ibu, Keluarga, tenaga medis dan tenaga kesehatan lainnya dapat memberikan Susu Formula Bayi.

Pemberian Susu Formula Bayi berdasarkan Indikasi Medis dilakukan dalam hal :
a. Bayi yang hanya dapat menerima susu dengan formula khusus;
b. Bayi yang membutuhkan makanan lain selain ASI dengan jangka waktu terbatas;
c. kondisi medis ibu yang tidak dapat memberikan ASI Eksklusif karena harus mendapatkan pengobatan sesuai dengan standar pelayanan medis;

d. kondisi medis ibu dengan HbsAg (+), dalam hal Bayi belum diberikan vaksinasi hepatitis yang pasif dan aktif dalam 12 (dua belas) jam; dan
e. keadaan lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Susu Formula Bayi hanya dapat diiklankan oleh produsen dan/atau distributor pada Media Cetak Khusus tentang Kesehatan. Materi iklan sebagaimana dimaksud harus memuat
keterangan bahwa Susu Formula Bayi hanya dapat diberikan atas keadaan tertentu serta keterangan bahwa ASI adalah makanan terbaik untuk Bayi.

Produsen atau distributor Susu Formula Bayi dan/atau Produk Bayi Lainnya, dilarang melakukan promosi Susu Formula Bayi dan Produk Bayi Lainnya dengan cara sebagai berikut:
a. pemberian contoh produk secara cuma-cuma;
b. pemberian suplai gratis, potongan harga, atau bentuk apapun atas pembelian Susu Formula Bayi sebagai daya tarik dari penjual;
c. pemberian hadiah bagi yang mampu menjual dan/atau membeli Susu Formula Bayi;
d. menjual atau menawarkan dengan cara melebih-lebihkan produk melalui telepon, email dan sarana elektronik lainnya;
e. penawaran atau penjualan langsung Susu Formula Bayi dengan menggunakan jasa sales marketing baik yang datang ke rumah atau tempat sarana umum;
f. penggunaan tenaga kesehatan untuk memberikan informasi tentang Susu Formula Bayi kepada masyarakat;
g. menggunakan gambar Bayi sehat yang seolah-olah menjadi sehat karena penggunaan produknya; dan
h. mengidealkan produknya seolah-olah yang terbaik.

Tenaga kesehatan, dan fasilitas pelayanan kesehatan dilarang melakukan promosi Susu Formula Bayi dan Produk Bayi Lainnya dengan cara apapun.