Campak

Standard

Campak biasa dikenal masyarakat dengan sebutan tampek (Jawa Barat) atau gabag (Jawa) yaitu penyakit yang ditandai dengan demam dan bercak kemerahan pada wajah atau tubuh terutama menyerang anak-anak. Campak disebabkan oleh virus campak.
Tanda-tanda
1. Demam atau panas tinggi
2. Timbul bercak kemerahan pada wajah atau tubuh
3. Disertai batuk dan atau pilek
4. Kadang-kadang disertai mata merah dan diare

Cara penularan dan faktor risiko :
™ Penularan secara langsung dari penderita campak ke anak yang sehat lewat udara
™ Anak yang tidak dapat imunisasi campak
™ Kurang gizi
™ Lingkungan yang padat penduduk dan kumuh

Cara pencegahan :
™ Memberikan imunisasi campak.
™ Perbaikan gizi.
™ Menjaga kebersihan lingkungan.
™ Hindari kontak dengan penderita campak.

Advertisements

Imunisasi

Standard

Imunisasi adalah memberikan kekebalan pada bayi dan balita dengan suntikan atau tetesan untuk mencegah agar anak tidak sakit atau walaupun sakit tidak menjadi
parah. Mengapa seseorang harus di imunisasi? ™ Agar kebal terhadap penyakit, karena bila tidak diimunisasi, mempermudah terserang penyakit yang seharusnya dapat dicegah
dengan imunisasi.

Jadwal pemberian dan jenis imunisasi :
0-7 : Hari HB0
1 Bulan : BCG, Polio 1
2 Bulan : DPT/HB/Hib 1, Polio 2
3 Bulan : DPT/HB/Hib 2, Polio 3
4 Bulan : DPT/HB/Hib 3, Polio 4
9 Bulan : Campak

Manfaat imunisasi :
Hepatitis B : Mencegah hepatitis B (kerusakan hati)
BCG : Mencegah TBC
Polio : Mencegah polio (lumpuh layu pada tungkai kaki & Lengan)
DPT/HB/Hib, Mencegah :
– Difteri (penyumbatan jalan nafas)
– Pertusis / batuk rejan /batuk seratus hari
– Tetanus
– Hepatitis B
– Pneumonia
Campak : Mencegah Campak

Pelayanan Kesehatan Lingkungan

Standard

Pelayanan Kesehatan Lingkungan adalah kegiatan atau serangkaian kegiatan yang ditujukan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat baik dari aspek fisik, kimia, biologi, maupun sosial guna mencegah penyakit dan/atau gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh faktor risiko lingkungan.

Kegiatan Pelayanan Kesehatan Lingkungan dilakukan dalam bentuk: a. Konseling; b. Inspeksi Kesehatan Lingkungan; dan/atau c. Intervensi Kesehatan Lingkungan. Konseling terhadap Pasien yang menderita penyakit dan/atau gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh Faktor Risiko Lingkungan dilaksanakan secara terintegrasi dengan pelayanan pengobatan dan/atau perawatan. Berdasarkan Konseling terhadap Pasien dan/atau hasil surveilans kesehatan yang menunjukan kecenderungan berkembang atau meluasnya penyakit atau kejadian kesakitan akibat Faktor Risiko Lingkungan, Tenaga Kesehatan Lingkungan harus melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan terhadap media lingkungan.

Inspeksi Kesehatan Lingkungan dilakukan dengan cara: a. pengamatan fisik media lingkungan; b. pengukuran media lingkungan di tempat; c. uji laboratorium; dan/atau d. analisis risiko kesehatan lingkungan. Berdasarkan hasil Inspeksi Kesehatan Lingkungan tersebut dapat ditetapkan Intervensi Kesehatan Lingkungan yang dapat dilaksanakan secara mandiri atau bekerjasama dengan pemangku kepentingan dan pihak terkait lainnya. Intervensi Kesehatan Lingkungan dapat berupa: a. komunikasi, informasi, dan edukasi, serta penggerakan/pemberdayaan masyarakat; b. perbaikan dan pembangunan sarana; c. pengembangan teknologi tepat guna; dan/atau d. rekayasa lingkungan.

 

Hygiene Sanitasi Jasaboga

Standard

Hygiene sanitasi makanan adalah upaya untuk mengendalikan faktor makanan, orang, tempat dan perlengkapannya yang dapat atau mungkin dapat menimbulkan penyakit atau gangguan kesehatan. Makanan jadi adalah makanan yang telah diolah jasaboga yang langsung disajikan.

Setiap jasaboga harus memiliki izin usaha dari Pemerintah Daerah Kabupaten /Kota sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Untuk memiliki izin usaha, jasaboga harus memiliki sertifikat hygiene sanitasi yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Sertifikat hygiene sanitasi jasaboga dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setelah memenuhi persyaratan.

Setiap usaha jasaboga harus mempekerjakan seorang penanggung jawab yang mempunyai pengetahuan hygiene sanitasi makanan dan memiliki sertifikat hygiene sanitasi makanan. Sertifikat hygiene sanitasi makanan diperoleh dari institusi penyelenggara kursus sesuai dengan perundang undangan yang berlaku.

Tenaga penjamah makanan yang bekerja pada usaha jasaboga harus berbadan sehat dan tidak menderita penyakit menular. Penjamah makanan harus melakukan pemeriksaan kesehatannya secara berkala minimal 2 (dua) kali dalam satu tahun. serta  wajib memiliki sertifikat kursus penjamah makanan.

Pencegahan kegemukan dan obesitas pada anak sekolah

Standard

Pencegahan kegemukan dan obesitas pada anak sekolah merupakan suatu upaya komprehensif yang melibatkan stakeholder yang ada di wilayah. Pencegahan dilakukan melalui pendekatan kepada anak sekolah beserta orang-orang terdekatnya (orang tua, guru, teman, dll) untuk mempromosikan gaya hidup sehat meliputi pola dan perilaku makan serta aktivitas fisik. Strategi pendekatan dilakukan pada semua anak
sekolah baik yang berisiko menjadi kegemukan dan obesitas maupun
tidak.
Usaha pencegahan dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat dan fasilitas pelayanan kesehatan. Lingkungan sekolah merupakan tempat yang baik untuk pendidikan kesehatan yang dapat memberikan pengetahuan, keterampilan serta dukungan sosial dari
warga sekolah. Pengetahuan, keterampilan serta dukungan sosial ini memberikan perubahan perilaku makan sehat yang dapat diterapkan dalam jangka waktu lama. Tujuan pencegahan ini adalah terjadinya perubahan pola dan perilaku makan meliputi meningkatkan kebiasaan konsumsi buah dan sayur, mengurangi konsumsi makanan dan
minuman manis, mengurangi konsumsi makanan tinggi energi dan lemak, mengurangi konsumsi junk food, serta peningkatan aktivitas fisik dan mengurangi sedentary life style.

Pola Hidup Sehat untuk cegah kegemukan :
– Konsumsi buah dan sayur ≥ 5 porsi per hari
– Membatasi menonton TV, bermain komputer, game/playstation < 2 jam/hari
– Tidak menyediakan TV di kamar anak
– Mengurangi makanan dan minuman manis
– Mengurangi makanan berlemak dan gorengan
– Kurangi makan diluar
– Biasakan makan pagi dan membawa makanan bekal ke sekolah
– Biasakan makan bersama keluarga minimal 1 x sehari
– Makanlah makanan sesuai dengan waktunya
– Tingkatkan aktivitas fisik minimal 1 jam/hari
– Melibatkan keluarga untuk perbaikan gaya hidup untuk pencegahan gizi lebih
– Target penurunan BB yang sehat

 

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas)

Standard

Pusat  Kesehatan  Masyarakat  yang  selanjutnya  disebut  Puskesmas  adalah  fasilitas pelayanan  kesehatan  yang menyelenggarakan  upaya kesehatan  masyarakat  dan  upaya  kesehatan  perseorangan  tingkat pertama,  dengan  lebih mengutamakan upaya  promotif  dan  preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya
di wilayah kerjanya.

Upaya Kesehatan Masyarakat yang selanjutnya disingkat UKM adalah setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah  dan menanggulangi  timbulnya masalah  kesehatan  dengan sasaran keluarga, kelompok, dan masyarakat. Sedangkan Upaya  Kesehatan  Perseorangan  yang  selanjutnya  disingkat UKP adalah  suatu  kegiatan  dan/atau  serangkaian  kegiatan  pelayanan kesehatan  yang  ditujukan  untuk  peningkatan,  pencegahan, penyembuhan penyakit, pengurangan penderitaan akibat penyakit dan
memulihkan kesehatan perseorangan.