Penanggulangan HIV & AIDS

Standard

Human Immunodeficiency Virus yang selanjutnya disingkat HIV adalah Virus yang menyebabkan Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS). Sedangkan Acquired Immuno Deficiency Syndrome yang selanjutnya disingkat AIDS adalah suatu kumpulan gejala berkurangnya kemampuan pertahanan diri yang disebabkan oleh masuknya virus HIV dalam tubuh seseorang.

Kegiatan penanggulangan HIV dan AIDS terdiri atas :
a. promosi kesehatan;
b. pencegahan penularan HIV;
c. pemeriksaan diagnosis HIV;
d. pengobatan, perawatan dan dukungan; dan
e. rehabilitasi.

Sasaran promosi kesehatan meliputi pembuat kebijakan, sektor swasta, organisasi kemasyarakatan dan masyarakat. Masyarakat sebagaimana dimaksud di atas diutamakan pada populasi sasaran dan populasi kunci. Populasi kunci meliputi:
a. pengguna napza suntik;
b. Wanita Pekerja Seks (WPS) langsung maupun tidak langsung;
c. pelanggan/ pasangan seks WPS;
d. gay, waria, dan Laki pelanggan/ pasangan Seks dengan sesama Laki (LSL); dan
e. warga binaan lapas/rutan.

Promosi kesehatan yang terintegrasi pada pelayanan kesehatan diutamakan pada pelayanan:
a. kesehatan peduli remaja;
b. kesehatan reproduksi dan keluarga berencana;
c. pemeriksaan asuhan antenatal;
d. infeksi menular seksual;
e. rehabilitasi napza; dan
f. tuberkulosis.

Pencegahan meliputi upaya :
a. pencegahan penularan HIV melalui hubungan seksual;
b. pencegahan penularan HIV melalui hubungan non seksual; dan
c. pencegahan penularan HIV dari ibu ke anaknya;

Pencegahan penularan HIV melalui hubungan seksual dilakukan melalui upaya untuk:
a. tidak melakukan hubungan seksual (Abstinensia);
b. setia dengan pasangan (Be Faithful);
c. menggunakan kondom secara konsisten (Condom use);
d. menghindari penyalahgunaan obat/zat adiktif (no Drug);
e. meningkatkan kemampuan pencegahan melalui edukasi termasuk mengobati IMS sedini mungkin (Education); dan
f. melakukan pencegahan lain, antara lain melalui sirkumsisi

Penemuan Pasien TB

Standard

Kegiatan penemuan pasien terdiri dari penjaringan suspek, diagnosis, penentuan
klasifikasi penyakit dan tipe pasien. Penemuan pasien merupakan langkah pertama dalam kegiatan program penanggulangan TB. Penemuan dan penyembuhan pasien TB menular, secara bermakna akan dapat menurunkan kesakitan dan kematian akibat TB, penularan TB di masyarakat dan sekaligus merupakan kegiatan pencegahan penularan TB yang paling efektif di masyarakat.

Strategi penemuan
• Penemuan pasien TB dilakukan secara pasif dengan promosi aktif. Penjaringan
tersangka pasien dilakukan di unit pelayanan kesehatan; didukung dengan penyuluhan
secara aktif, baik oleh petugas kesehatan maupun masyarakat, untuk meningkatkan
cakupan penemuan tersangka pasien TB.
• Pemeriksaan terhadap kontak pasien TB, terutama mereka yang BTA positif dan pada
keluarga anak yang menderita TB yang menunjukkan gejala sama, harus diperiksa
dahaknya.
• Penemuan secara aktif dari rumah ke rumah, dianggap tidak cost efektif.

Gejala utama pasien TB paru adalah batuk berdahak selama 2-3 minggu atau lebih. Batuk
dapat diikuti dengan gejala tambahan yaitu dahak bercampur darah, batuk darah, sesak
nafas, badan lemas, nafsu makan menurun, berat badan menurun, malaise, berkeringat
malam hari tanpa kegiatan fisik, demam meriang lebih dari satu bulan. Gejala-gejala
tersebut diatas dapat dijumpai pula pada penyakit paru selain TB, seperti bronkiektasis,
bronkitis kronis, asma, kanker paru, dan lain-lain. Mengingat prevalensi TB di Indonesia
saat ini masih tinggi, maka setiap orang yang datang ke sarana pelayanan kesehatan
dengan gejala tersebut diatas, dianggap sebagai seorang tersangka (suspek) pasien TB,
dan perlu dilakukan pemeriksaan dahak secara mikroskopis langsung.

Pemeriksaan dahak berfungsi untuk menegakkan diagnosis, menilai keberhasilan
pengobatan dan menentukan potensi penularan. Pemeriksaan dahak untuk penegakan diagnosis dilakukan dengan mengumpulkan 3 spesimen dahak yang dikumpulkan dalam dua hari kunjungan yang berurutan berupa Sewaktu-Pagi-Sewaktu (SPS),
• S (sewaktu): dahak dikumpulkan pada saat suspek TB datang berkunjung pertama
kali. Pada saat pulang, suspek membawa sebuah pot dahak untuk mengumpulkan
dahak pagi pada hari kedua.
• P (Pagi): dahak dikumpulkan di rumah pada pagi hari kedua, segera setelah bangun
tidur. Pot dibawa dan diserahkan sendiri kepada petugas di sarana pelayanan
kesehatan.
• S (sewaktu): dahak dikumpulkan di sarana pelayanan kesehatan pada hari kedua,
saat menyerahkan dahak pagi.

Peran biakan dan identifikasi Mycobacterium tuberculosis (Mt) pada penanggulangan TB
khususnya untuk mengetahui apakah pasien yang bersangkutan masih peka terhadap
OAT yang digunakan.

• Diagnosis TB Paru pada orang dewasa ditegakkan dengan ditemukannya kuman TB
(BTA). Pada program TB nasional, penemuan BTA melalui pemeriksaan dahak
mikroskopis merupakan diagnosis utama. Pemeriksaan lain seperti foto toraks,
biakan dan uji kepekaan dapat digunakan sebagai penunjang diagnosis sepanjang
sesuai dengan indikasinya.
• Tidak dibenarkan mendiagnosis TB hanya berdasarkan pemeriksaan foto toraks saja.
Foto toraks tidak selalu memberikan gambaran yang khas pada TB paru, sehingga
sering terjadi overdiagnosis.
• Gambaran kelainan radiologik Paru tidak selalu menunjukkan aktifitas penyakit.
• Untuk lebih jelasnya lihat alur prosedur diagnostik untuk suspek TB paru.

 

Tuberkulosis (TB)

Standard

TB adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium
Tuberculosis). Sebagian besar kuman TB menyerang paru, tetapi dapat juga mengenai
organ tubuh lainnya.

Cara penularan
• Sumber penularan adalah pasien TB BTA positif.
• Pada waktu batuk atau bersin, pasien menyebarkan kuman ke udara dalam bentuk percikan dahak (droplet nuclei). Sekali batuk dapat menghasilkan sekitar 3000
percikan dahak.
• Umumnya penularan terjadi dalam ruangan dimana percikan dahak berada dalam
waktu yang lama. Ventilasi dapat mengurangi jumlah percikan, sementara sinar
matahari langsung dapat membunuh kuman.
• Percikan dapat bertahan selama beberapa jam dalam keadaan yang gelap dan
lembab.
• Daya penularan seorang pasien ditentukan oleh banyaknya kuman yang dikeluarkan
dari parunya. Makin tinggi derajat kepositifan hasil pemeriksaan dahak, makin menular
pasien tersebut.
• Faktor yang memungkinkan seseorang terpajan kuman TB ditentukan oleh konsentrasi
percikan dalam udara dan lamanya menghirup udara tersebut.

Risiko menjadi sakit TB
• Hanya sekitar 10% yang terinfeksi TB akan menjadi sakit TB.
• Dengan ARTI 1%, diperkirakan diantara 100.000 penduduk rata-rata terjadi 1000
terinfeksi TB dan 10% diantaranya (100 orang) akan menjadi sakit TB setiap tahun.
Sekitar 50 diantaranya adalah pasien TB BTA positif.
• Faktor yang mempengaruhi kemungkinan seseorang menjadi pasien TB adalah daya
tahan tubuh yang rendah, diantaranya infeksi HIV/AIDS dan malnutrisi (gizi buruk).

Penanggulangan TB dilaksanakan dengan menggunakan strategi DOTS. Strategi DOTS terdiri dari 5 komponen kunci:
1. Komitmen politis.
2. Pemeriksaan dahak mikroskopis yang terjamin mutunya.
3. Pengobatan jangka pendek yang standar bagi semua kasus TB dengan tatalaksana kasus
yang tepat, termasuk pengawasan langsung pengobatan.
4. Jaminan ketersediaan OAT yang bermutu.
5. Sistem pencatatan dan pelaporan yang mampu memberikan penilaian terhadap hasil
pengobatan pasien dan kinerja program secara keseluruhan.

 

Kelas Ibu Hamil

Standard

Kelas Ibu Hamil adalah kelompok belajar ibu-ibu hamil dengan umur kehamilan antara 4 minggu s/d 36 minggu (menjelang persalinan) dengan jumlah peserta maksimal 10 orang. Di kelas ini ibu-ibu hamil akan belajar bersama, diskusi dan tukar pengalaman tentang kesehatan Ibu dan anak (KIA) secara menyeluruh dan sistimatis serta dapat dilaksanakan secara terjadwal dan berkesinambungan. Kelas ibu hamil difasilitasi oleh bidan/tenaga kesehatan dengan menggunakan paket Kelas Ibu Hamil yaitu Buku KIA, Flip chart (lembar balik), Pedoman Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil, Pegangan Fasilitator Kelas Ibu Hamil dan Buku senam Ibu Hamil.

Beberapa keuntungan Kelas Ibu Hamil adalah:
x Materi diberikan secara menyeluruh dan terencana sesuai dengan pedoman kelas ibu hamil yang memuat mengenai kehamilan, perawatan kehamilan, persalinan, perawatan nifas, perawatan bayi baru lahir, mitos, penyakit menular seksual dan akte kelahiran.
x Penyampaian materi lebih komprehensif karena ada persiapan petugas sebelum penyajian materi.
x Dapat mendatangkan tenaga ahli untuk memberikan penjelasan mengenai topik tertentu.
x Waktu pembahasan materi menjadi efektif karena pola penyajian materi terstruktur dengan baik.
x Ada interaksi antara petugas kesehatan dengan ibu hamil pada saat pembahasan materi dilaksanakan.
x Dilaksanakan secara berkala dan berkesinambungan.
x Dilakukan evaluasi terhadap petugas Kesehatan dan ibu hamil dalam memberikan penyajian materi sehingga dapat meningkatkan kualitas sistim pembelajaran.

Sasaran Kelas Ibu Hamil :
Peserta kelas ibu hamil sebaiknya ibu hamil pada umur kehamilan 4 s/d 36 minggu,
karena pada umur kehamilan ini kondisi ibu sudah kuat, tidak takut terjadi
keguguran, efektif untuk melakukan senam hamil. Jumlah peserta kelas ibu hamil maksimal sebanyak 10 orang setiap kelas. Suami/keluarga ikut serta minimal 1 kali pertemuan sehingga dapat mengikuti berbagai materi yang penting, misalnya materi tentang persiapan persalinan atau materi yang lainnya.

 

Campak

Standard

Campak biasa dikenal masyarakat dengan sebutan tampek (Jawa Barat) atau gabag (Jawa) yaitu penyakit yang ditandai dengan demam dan bercak kemerahan pada wajah atau tubuh terutama menyerang anak-anak. Campak disebabkan oleh virus campak.
Tanda-tanda
1. Demam atau panas tinggi
2. Timbul bercak kemerahan pada wajah atau tubuh
3. Disertai batuk dan atau pilek
4. Kadang-kadang disertai mata merah dan diare

Cara penularan dan faktor risiko :
™ Penularan secara langsung dari penderita campak ke anak yang sehat lewat udara
™ Anak yang tidak dapat imunisasi campak
™ Kurang gizi
™ Lingkungan yang padat penduduk dan kumuh

Cara pencegahan :
™ Memberikan imunisasi campak.
™ Perbaikan gizi.
™ Menjaga kebersihan lingkungan.
™ Hindari kontak dengan penderita campak.

Demam Berdarah Dengue (DBD)

Standard

Penyakit infeksi dengue biasa disebut Demam Berdarah Dengue (biasanya hanya disebut Demam Berdarah) adalah penyakit menular mendadak yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Penyakit Demam Berdarah Dengue disebabkan oleh virus dengue.

Tanda dan Gejala DBD :
a. Panas mendadak tinggi 2 sampai 7 hari.
b. Badan terasa lemah/lesu.
c. Sering disertai nyeri di ulu hati.
d. Bintik-bintik merah di kulit seperti bekas gigitan nyamuk.
Cara membedakan bintik merah bekas gigitan nyamuk dengan gejala DBD: regangkan kulit pada bintik merah, bila hilang berarti bukan tanda demam berdarah,
e. Kadang-kadang disertai mimisan, berak darah atau muntah darah.
f. Hari ke empat-ke lima, panas bisa turun secara tiba-tiba, hal ini perlu diwaspadai karena bisa merupakan tanda bahaya, dengan gejala: gelisah, ujung tangan dan kaki dingin, banyak mengeluarkan keringat dingin, bila keadaan berlanjut dapat menimbulkan syok dan kematian.

Cara Penularan DBD
Penyakit Demam Berdarah Dengue ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Selanjutnya virus ini berkembang biak di kelenjar liur nyamuk selama
kurang lebih 1 minggu, pada saat ini nyamuk sangat infeksius artinya sangat potensial untuk menularkan ke orang sehat. Dalam tubuh orang yang tertular, virus berkembang selama kurang lebih 1 minggu. Setelah tahap ini orang tersebut akan mulai timbul panas tinggi yang kita sebut Demam Berdarah Dengue.

Mencegah DBD

1. Melaksanakan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dengan 3M Plus:
™ Menguras dan menyikat.
™ Menutup rapat tempat penampungan air.
™ Mengubur / memanfaatkan barang bekas.
Plus :
™ Mengganti air vas bunga, tempat minum burung atau tempattempat lainnya seminggu sekali.
™ Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar.
™ Menutup lubang-lubang pada potongan bambu/pohon dan lainlain dengan tanah.
™ Memasang kawat kasa anti nyamuk.
™ Menghindari kebiasaan menggantung pakaian dalam kamar.
™ Mengupayakan pencahayaan dan ventilasi rumah yang memadai
™ Menggunakan kelambu.
2. Menaburkan serbuk larvasida (misalnya abate, jentika, dll) untuk membunuh jentik ( bertahan selama + 3 bulan).
3. Memelihara ikan pemakan jentik (gaby, kepala timah, cupang) di tempat-tempat penampungan air.
4. Memakai obat yang dapat mencegah gigitan nyamuk (obat oles).

 

Diare

Standard

Diare adalah berak encer atau bahkan dapat berupa air saja (mencret) biasanya lebih dari 3 kali. ™ Diare disebabkan oleh
– Makanan/minuman yang tercemar kuman penyakit, basi, dihinggapi lalat dan kotor.
– Minum air mentah/tidak dimasak.
– Botol susu dan dot yang tidak bersih.

Bahaya Diare :
1. Penderita akan kehilangan cairan tubuh.
2. Penderita menjadi lesu dan lemas.
3. Penderita bisa meninggal jika tidak segera di tolong.

Penularan diare melalui mulut dan anus dengan perantaraan lingkungan dan perilaku yang tidak sehat. ™ Tinja penderita atau orang sehat yang mengandung kuman bila
berak sembarangan dapat mencemari lingkungan terutama air. ™ Melalui makanan dan atau alat dapur yang tercemar oleh kuman dan masuk melalui mulut, kemudian terjadi diare.

™ Mencegah diare :

– Cuci tangan dengan sabun sebelum makan dan sesudah berak.
– Semua anggota keluarga berak di jamban yang sehat.
– Merebus peralatan makan dan minum bayi.
– Masaklah air sampai mendidih sebelum diminum.
– Buanglah tinja bayi dan anak kecil di jamban.
– Pemberian ASI pada bayi dapat mencegah diare karena ASI terjamin
kebersihannya dan cocok untuk bayi.
– Siapkan dan berikan makanan pendamping ASI yang baik dan
benar.
– Gunakan air bersih yang cukup.
– Berikan imunisasi campak.
Bila anak diare segera beri banyak minum seperti larutan oralit atau air rumah tangga seperti kuah sayur, air putih, air tajin dan lain-lain. Untuk bayi dan balita yang masih menyusui tetap diberikan ASI lebih sering dan lebih banyak.
Bila anak sudah memperoleh makanan tambahan lanjutkan makanan seperti biasanya.
Saat anak diare sebaiknya diberi makanan lembek.